TUGAS ABADI

SELAMAT PAGI anak-anak, masih semangat kan? Gimana? Ada yang ingin disampaikan atau ditanyakan?” Selalu saja retorika itu terucap pada Kamis pagi. Selalu saja ada di hidangan meja kuliahku adalah segunung kertas berisi tugas.

Sampai Aku iri dengan kelas tetangga, yang diberi materi dulu, barulah tugas dan pertanyaan. Tetapi kelas ku,  justru sebaliknya, baca materi sendiri, ngerjain sendiri, kalau susah baru ada yang ditanyakan. Itupun kalau pada seberani Maddog.

Tapi, aku sadar, perbedaan metode belajar tidak serta merta menjamin siapa yang lebih unggul. Orang yang cerdas tapi tidak rajin berusaha, akan kalah dengan orang yang biasa saja tetapi spirit dan daya ledak juangnya berlipat-lipat.

Aku yakin, zaman dulu, Newton dan Leibniz sangat khawatir karena tidak ada satu teori matematispun yang mendukung apa yang mereka kembangkan. Sampai akhirnya mereka berjuang keras. Lagi! Lagi! dan Lagi! hingga muncullah Kalkulus. Objek tak hingga menjadi berhingga. Tugas yang dulu biasa di luar kepala saat SMA, menjadi luar biasa di kepala.

Integral waktu memaksaku untuk terus berjuang. Tugas abadi, hah… No Problemo!!!

Diferensial asa, akan terbang menembus ketakhinggaan semu. Melewati kurva kehidupan, proposisional, variasi lambda, dan menghantam fungsi proses yang abstrak.

Aku, sudah tidak takut melawan itu semua.

Bukan karena dia. Tetapi karena DIA.

TUGAS ABADI, OHHH KALKULUS…

 

 


#Fitriyana D

Pos Lainnya

Tinggalkan Balasan